Home
Shop
Dapatkan Solusi Komponen Elektrikal Tangguh, Aman, Sekaligus Ramah Lingkungan

Cara setting VPL12N (Varplus logic-PF Regulator 12 step)

1.Cara mengetahui nilai pengukuran (untuk melihat hasil data pengukuran) :

Dari kondisi layar awal => Tekan ok => pilih tanda panah atas/bawah untuk cek nilai terukur (VLL, VLN, THD, Har, OL, Cos phi dll)

2. Cara setting ON/OFF capacitor secara manual (melakukan pengaturan langsung aktifkan atau menonaktifkan capacitor di tiap step) :

Manual => Tekan OK => Pilih capacitor step ke berapa => Tekan OK

3. Quick start atau setup menu (basic setting atau pengaturan dasar dari VPL12N) :

Setup => Tekan OK => Ada banyak pilihan menu (100-700)

keterangan :

100 = Quick start

200 = Measurements

300 = Setup control system

400 = Setup step database

500 = Setup alarm

600 = Reset

700 = Communication

4. Cara setting capacitor kondisi auto/off/on

Setup => Tekan ok => pilih 100 => tekan ok => pilih out (tipe) => auto/off/on

5. Cara setting nilai kVar (Memasukkan nilai kapasitif dari capasitor)

Setup => tekan ok => tekan panah ke bawah => Masukkan PIN 242 => tekan ok => tekan tanda panah atas/bawah dan pilih 400 => tekan ok => tekan tanda panah atas/bawah dan pilih 402 => Tekan atau pilih step dan masukkan nilai kVar

Perbedaan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) dan RCBO

ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)

Berfungsi sebagai alat pengaman arus bocor atau saklar pengaman arus sisa, bekerja dengan sistem differential

  • <30 mA untuk proteksi terhadap manusia
  • <300 mA untuk proteksi terhadap bahaya kebakaran


Bekerja memutus arus listrik saat terdeteksi ada kebocoran arus listrik ke grounding atau tanah. Prinsip kerjanya adalah mendeteksi adanya arus bocor baik pada gangguan tanah maupun gangguan terhadap ground dengan cara membandingkan nilai antara fasa dan netral dari suatu sistem. Dimana arus yang keluar melalui titik fasa dan netral pada suatu sistem instalasi selalu berbanding lurus (seimbang). Apabila ada perbedaan nilai pada titik fasa dan netral yang diakibatkan oleh adanya gangguan tidak seimbang antara titik fasa terhadap tanah atau ground maka ELCB tersebut akan memutuskan aliran listrik pada suatu sistem.

Kelebihan ELCB :

Bila seseorang mengalami tersengat listrik, maka ELCB ini akan dapat bekrja dalam waktu kurang dari 0,1 detik untuk memutus arus listrik. Selain melindungi manusia, ELCB juga sangat berguna untuk melindungi peralatan yang sangat sensitif terhadap kebocoran listrik akibat kesalahan instalasi dll.

 

RCBO (Residual current Circuit Breaker with Over current Protection)

RCBO adalah inovasi terbaru dari Schneider Electric yang menggabungkan fungsi MCB dan ELCB. Residual current Circuit Breaker with Over current Protection (RCBO) ini dirancang lebih hemat ruang. Dengan penggunaan RCBO ini kerusakan jaringan listrik lebih mudah dideteksi. Penggunaan RCBO juga disarankan untuk area lembab seperti area kamar mandi, dapur, kolam renang. Intinya dioptimalkan pada area rumah yang lembab.

Perbedaan ELCB/RCCB dengan VIGI/RCBO :

Spesifikasi

ELCB/RCCB

VIGI/RCBO

Perlindungan beban lebih

X

V

Perlindungan Hub.Singkat

X

V

Perlindungan Arus Bocor

V

V

Lebar 1 Pole

36mm

18mm

Proteksi terhadap manusia 30mA

V

V

Proteksi bahaya kebakaran 300mA

V

X

 

 

Basic Setting Inverter ATV610

Aplikasi :

  • Water & Waste Water
  • Oil & Gas
  • Process & Machine Management
  • Building Management

Modules :

  1. I/O option modules
  • 2 analog input
  • 6 digital input
  • 2 digital output (com, AQ1, AQ2)

2. Relay output module

  •  3 NO contact (R1 A,B,C ; R2A,C ; R3A,C)

3.Communication module

  • Profibus DP V1 bus (1Modbus)

Berikut ini adalah basic setting dari inverter ATV610 :

  1. Factory Setting (mengembalikan ke pengaturan awal pabrik)

ð  File management => Factory setting

  1. Basic Setting (Memasukkan konfigurasi motor)

ð  Simply start => Masukkan parameter motor

  1. Autotuning (Melakukan scanning parameter motor otomatis)

ð  Complete setting => Motor parameter => Autotuning => OK

  1. Cara setting Local/Remote (HMI atau Terminal)

Lakukan setting seperti pengaturan berikut (2 wire control, control mode=separate, command
switching=DI5, cmd chanel 1=terminal, cmd chanel 2 =HMI

  1. Cara preset speeds (Cara penetapan kecepatan berbeda-beda)

ð  Complete setting => Generic functions => Preset speed

Contoh Inputkan :

2 preset speeds : DI3              = 30 Hz

4 preset speeds : DI4              = 40 Hz

8 preset speeds : DI5              = 50 Hz

16 preset speeds : Not assigned

atv610

 

 

 

Aksesoris EZC MCCB (Kontak Bantu/Auxiliary Contact)

Ada beberapa aksesoris dan indikator (kontak penunjuk) pendukung MCCB, diantaranya :

  1. Auxiliary switch (AX)
  2. Alarm switch (AL)
  3. Auxiliary switch/Alarm switch (AX/AL)
  4. Shunt trip (SHT)
  5. Under Voltage Release (UVR)

Namun untuk pembahasan kali ini hanya akan membahas tentang Auxiliary switch dan Alarm switch.

  • Auxiliary switch (AX) berfungsi sebagai penunjuk posisi atau indication CB contact dalam kondisi ON atau OFF, namun tidak dapat membedakan antara OFF secara MANUAL atau OFF karena trip

display-ashx

Gambar Auxiliary Switch (AX)

  • Alarm switches (trip indication), akan dalam keadaan OFF saat kondisi CB ON MANUAL dan OFF MANUAL, dan akan bekerja (kondisi ON) saat CB dalam keadaan trip

=> AL indication CB trip : overload, short circuit dan tegangan operasi.

=> ALV indication CB trip : earth leakage  fault

2

Gambar Alarm Switch AL indication CB Trip

 

 

Instalasi Grounding ACB Tipe Masterpact NT dan NW

[vc_row rt_row_background_width=”default” rt_row_style=”default-style” rt_row_borders=”” rt_row_paddings=”true” rt_bg_effect=”classic” rt_bg_image_repeat=”repeat” rt_bg_size=”cover” rt_bg_position=”right top” rt_bg_attachment=”scroll” rt_bg_video_format=”self-hosted”][vc_column rt_bg_image_repeat=”repeat” rt_bg_size=”auto auto” rt_bg_attachment=”scroll”][vc_column_text]ACB (Air Circuit Breaker) merupakan salah sau jenis circuit breaker, yang fungsinya juga hampir sama dengan MCB, MCCB dll. Namun yang membedakannya ada pada proses pemutusan kontak atau cara kerjanya yaitu proses switching pada kontak ACB menimbulkan busur api, untuk meredam busur api dilakukan dengan udara pada tekanan ruang atmosfer.

ACB beroperasi pada tegangan rendah dan menengah.

Berikut beberapa accesoris yang terpasang pada ACB (digunakan sesuai kebutuhan) :

  1. Motor mechanism
  2. OF/SD (auxiliary contact)
  3. UVT (under voltage release)
  4. MX (Shunt trip)
  5. XF (Closing release)

Untuk keperluan protection ground , ada 2 tipe yaitu :

1.Earth fault protection :

  • perlindungan kesalahan pembumian dimaksudkan untuk melindungi peralatan saat gangguan insulasi terjadi, misalnya kontak langsung antara konduktor hidup dan bumi. Dalam situasi seperti ini, arus kesalahan besar akan mengalir kembali ke trafo melalui titik netral ketika yang terhubung ke bumi (kita dapat menggunakan SGR + modul MDGF untuk deteksi).
  • Kesalahan pembumian ini dalam batas Ampere, itu dapat mengakibatkan kesalahan fase ke tanah

2. Earth leakage protection :

  • Ini bukan merupakan kasus perlindungan kebocoran pembumian, di mana arus rusak umumnya jauh lebih rendah dan perlindungan difungsikan, misalnya, untuk menghindari bahaya untuk manusia atau hewan.
  • Kebocoran sistem pembumian dalam batas mA, itu dapat mengakibatkan sentuhan langsung dengan perangkat

Dimana dari kedua proection di atas juga terdapat Neutral protection , berikut penjelasan untuk instalasi neutral protection :
1. ACB 3P hanya (mic P, H), perlu ada CT External
2. ACB 4P (mic A, E, P, H) sudah ada CT internal.

namun untuk protection neutral ini , minimal micrologic 6.

Cara instalasi atau pemasangan dapat dilihat pada keterangan gambar di bawah![/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row rt_row_background_width=”default” rt_row_style=”default-style” rt_row_borders=”” rt_row_paddings=”true” rt_bg_effect=”classic” rt_bg_image_repeat=”repeat” rt_bg_size=”cover” rt_bg_position=”right top” rt_bg_attachment=”scroll” rt_bg_video_format=”self-hosted”][vc_column rt_bg_image_repeat=”repeat” rt_bg_size=”auto auto” rt_bg_attachment=”scroll”][vc_gallery interval=”3″ images=”4919,4920,4921,4922,4923,4924″][/vc_column][/vc_row]

Petunjuk Pemilihan Motor Starter (Pemilihan Jenis Motor Starter)

Kontinuitas  pelayanan  :
– Koordinasi  tipe 1:
Koordinasi  antara  pengaman  hubung  singkat  dengan komponen  yang  lain  sehingga  pada  saat  terjadi hubung singkat  tidak  berbahaya  bagi manusia  dan  instalasi,  tetapi  komponen  boleh  ada  yang rusak (perlu  pengecekan  setelah  terjadinya hubung  singkat).
– Koordinasi  tipe  2:
Koordinasi  antara  pengaman  hubung singkat  dengan  komponen  lain  sehingga  pada  saat  terjadi  hubung singkat tidak  berbahaya  bagi manusia dan instalasi,  serta  komponen  motor  starter  harus bisa  digunakan kembali setelah  dilakukan  perbaikan  (contoh  :  kontak yang lengket  tetapi  dapat dilepas dengan  mudah).
– Koordinasi  total  :
Koordinasi  antara  pengaman  hubung singkat  dengan  komponen  lain  sehingga  pada  saat  terjadi  hubung singkat  tidak  berbahaya  bagi manusia,  instalasi  serta  komponen  itu  langsung  dapat  digunakan  kembali (tidak  perlu pengecekan pada komponen  starter).

Sistem:
– Direct  on Line
– Star Delta

REKOMENDASI  WIRING DIAGRAM UNTUK D.O.L  STARTER

MANUAL STARTER                                            DIRECT ON LINE                                                    DIRECT ON LINE
1. Komponen                                                     2. Komponen standar/                                               3. Komponen standar/
High performance                                                      High Performance

dol

 

 

 

 

 

 

 

 

REKOMENDASI  WIRING DIAGRAM UNTUK STAR  DELTA STARTER

Star-Delta starter                                                   Star-Delta starter                                                    Star-Delta starter
Dua komponen standar/                                          Tiga komponen                                                         Tiga komponen

High performance                                                 Standar performance                                                 High performance

star

Altivar Process (ATV630) – Petunjuk Basic Setting atau Simply Start

Basic Setting atau pengaturan dasar sangat diperlukan untuk pengoperasian setiap inverter. Oleh karena itu kami memberikan sedikit pengetahuan atau cara bagaimana melakukan pengaturan sebelum anda menggunakan ATV630.

Berikut ini adalah dasar pengoperasian atau setting ATV630 :

1. Pastikan semua parameter motor atau pompa telah di inputkan pada ATV630 (berdasarkan spesifikasi motor) :

=> simply start => inputkan seluruh parameter motor => tekan ok

2. Cara reset jika terjadi fault (dengan nyala display merah) :

=> complete setting => Error warning/handling => pilih fungsi mana yang terjadi error (co: input phase loss)

3. Cara mengatur ATV default pabrik (riset)

  • File management => factory setting => parameter group list => pilih parameter yang ingin default pabrik /all parameter

4. Cara mengganti local atau remote

  • My preferences => access level=> expert (mode)
  • Complete settng => command & references => references configuration => Ref.freq.rem.terminal => HMI command => Bumpless

5. Cara save parameter yang sudah di setting

  • File management => transfer config file => copy from to the drive/copy to the drive

6. Cara modifikasi parameter

  • Complete setting => generic function => ramp

7. Cara membuat simply start atau menu sendiri

  • My preferences => customization => My menu config

8. Cara screenshot display

  • F1 + F4

9. Cara preset speed (speed konstan)

=> complete setting => generic function => preset speeds => pilih kecepatan

10. Cara menentukan batas-batas kecepatan

=> complete setting => generic function => speed limits => pilih low speed/high speed

 

ALTIVAR 312

Inverter yang dipergunakan untuk mengatur kecepatan motor pada pembahasan ini adalah seperti tampak pada gambar yaitu ATV312 buatan Schneider Electric.

index

Berikut adalah salah satu contoh wiring instalasi atv312 :

1

Berikut adalah penjelasan singkat tentang pengoperasian atau setting dari atv 312 dengan aturan, start/stop motor melalui tombol push button dan pengaturan kecepatan dilakukan langsung pada atv312. Kombinasi antara fungsi local dan remote :

1.      1. Pastikan sumber listrik terpasang pada atv312, kemudian nyalakan.

2.      2. Perhatikan display pada atv312, tunggu beberapa saat hingga muncul rdy (ready) artinya atv siap untuk digunakan.

3.       3. Lakukan setting parameter motor sesuai dengan nameplate yang tertera pada motor (frekuensi, arus, tegangan dll).

2

4.      Lakukan basic setting motor sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan, berikut contohnya :

3

5.      Kemudian untuk pengaturan atau pengendalian start/stop motor dengan Push Button dan setting kecepatan motor dari ATV, ikuti langkah berikut ini (bahasa yang digunakan seperti tertera pada display ATV312) :

1.     Ctl- > lac > I3

2.     Chcf > Sep

3.     Cd1 > Ter

4.     Fr1 > lcc, selesai. (start/stop motor melalui push button)

5.     Untuk pengaturan kecepatan, menu Set- > lfr

Jika memerlukan panduan lebih lanjut, dapat menghubungi kami di info@bstg.co.id.

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Perbedaan Produk DIN Socket A9A15307 dan A9A15310

Berikut ini penjelasan singkat perbedaan dari bentuk fisik produk schneider DIN Socket A9A15307 dan A9A15310 :

1                                                               2

A9A15307                                                                                          A9A15310

Spesifikasi detail lihat di lampiran !

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row rt_row_background_width=”default” rt_row_style=”default-style” rt_row_borders=”” rt_row_paddings=”true” rt_bg_effect=”classic” rt_bg_image_repeat=”repeat” rt_bg_size=”cover” rt_bg_position=”right top” rt_bg_attachment=”scroll” rt_bg_video_format=”self-hosted”][vc_column rt_bg_image_repeat=”repeat” rt_bg_size=”auto auto” rt_bg_attachment=”scroll”][vc_gallery interval=”3″ images=”4782,4783″][/vc_column][/vc_row]

Beberapa Tips atau Petunjuk dalam Membangun Panel Listrik : Sambungan Listrik, Rangkaian Tambahan dan Pelabelan

Bagian pertama dalam artikel ini meliputi pemenuhan IEC standar 61.439 dalam membangun sebuah panel lisrik.

Bagian kedua tips tentang pengiriman komponen dan penyimpanan, perakitan panel, pembangunan busbar daya dan instalasi perangkat.

Dalam postingan saya kali ini akan membahas lebih banyak tentang :

  • Sambungan listrik (Connection)
  • Rangkaian tambahan untuk daya rendah
  • Pelabelan dan Penandaan

Untuk pemilihan pertama yaitu bus bar, bar fleksibel terisolasi dan kabel. Konduktor ini harus memiliki penampang lebih dari 6 mm2, dengan ukuran sebenarnya ditetapkan setelah memepertimbangkan tekanan listrik dan thermal. Penampang harus memperhitungkan lingkungan dan tingkat perlindungan IP.

Dalam beberapa kasus sebelumnya bar fleksibel terisolasi mungkin ada beberapa pemotongan, pengeboran dan Lipatan. Anda perlu berhati-hati dalam melakukan tindakan tersebut. Misalnya, ketika melipat bar, memperhitungkan tikungan. Ketika pengeboran, diameter lubang harus selalu kurang dari setengah lebar bar.

Dalam menghubungkan busbar, yang terbaik adalah menggunakan kunci momen kalibrasi dan bersertifikat. Menghindari tekanan kontak, yang dapat menyebabkan pemanasan dan lonjakan suhu busbar ketika dalam membawa arus.

5_8-768x503

Ketika mempertimbangkan dengan memilih bar fleksibel terisolasi atau kabel, yang terpenting adalah bar fleksibel harus sesuai dengan IEC 60332-1 standar dengan penampang yang dipilih berdasarkan karakterisitk switchgear, panjang dan lingkungan.

Kabel dapat digunakan dimana saja. Tapi, koneksi kabel menjadi lebih sulit ketika rating daya naik. Hal ini karena kebutuhan akan penampang yang semakin besar, yang membuatnya sulit untuk menyesuaikan kabel di ruang yang tersedia. Bisa disebabkan karena radius kelengkungan terlalu keras dan terlalu banyak titik koneksi terminal.

Kemudian pembahasan kedua saya yaitu tentang penambahan rangkaian daya rendah (pembahasan kedua dalam daftar). Termasuk kontrol dan monitoring serta komunikasi. Kabel disini dengan diameter <6mm2. Karakteristik yang diutamakan bahwa kabel komunikasi harus memenuhi persyaratan untuk pengkabelan atau kekebalan terhadap gangguan elektromagnetik.

Dalam praktek pemasangannya yang baik yaitu kabel listrik, rangkaian tambahan dan kabel daya rendah harus terpisah. Sebaiknya juga dijauhkan dari kabel kontrol, hal ini untuk meminimalkan masalah komunikasi. Untuk mencegah kerusakan isolasi, menghindari routing kabel seperti terkena benda tajam atau lokasi dimana isolasi pelindung dapat sobek atau rusak.

Tips lain untuk kabel komunikasi yaitu dengan mendekatkan kabel komunikasi dengan permukaan pembumian seperti plat baja. Melakukan hal-hal yang melindungi terhadap interferensi elektromagnetik dan meminimalkan masalah. Menempatkan sudut ketika kabel komunikasi harus menyeberang kabel listrik, sedekat mungkin dengan 90 derajat (tegak lurus dengan lintasan kabel listrik).

Berbagai protokol komunikasi – Modbus, ethernet, profibus, deviceNet, CANopen – masing-masing protokol memiliki persyaratan khusus dan berbeda-beda untuk pemasangan kabel dan koneksi.

Pembahasan ketiga yaitu tentang label dan tanda, merupakan pembahasan terakhir dalam daftar tetapi adalah salah satu yang memiliki banyak bagian yang berlaku di IEC 61439. Sebagai contoh, menurut standar semua switchboard harus diidentifikasi secara tahan lama, terlihat dan terbaca. Juga pada bagian depan panel harus menunjukkan fungsi masing-masing perangkat dan kontrol perangkat. Konduktor harus diberi label dan diidentifikasi untuk memenuhi persyaratan IEC 60445 dan 60446.

Berbagai macam bahan dapat digunakan untuk pelabelan, termasuk aluminium, stainlss steel, double-layer plastik dan banyak lagi. Double-layer plastik harus digunakan bila memungkinkan, karena lebih tahan lama. Karena juga merupakan non-konduktif yang mampu meminimalkan terjadinya hubung singkat.

Ada banyak teknik penandaan seperti laser/ukiran mekanik, sablon/digital printing. Apapun yang digunakan untuk teknik pelabelan harus jelas dan logis dengan tanda peringatan pada daerah yang diperlukan. Pada akhir pembahasan ini catatan tambahan adalah pemeriksaan kualitas pabrik, kemasan, penanganan dan transportasi serta tempat instalasi dan comissioning.

Back to Top
Product has been added to your cart