Home
Shop
Dapatkan Solusi Komponen Elektrikal Tangguh, Aman, Sekaligus Ramah Lingkungan

Peraturan Efisiensi Energi Dunia & Estimasi Saving

Protokol Kyoto adalah awal penetapan sasaran kuantitatif dan agenda Pengurangan emisi CO2 komitmen dari pemerintah.

                Sebelum komitmen Kyoto (mencakup periode sampai 2012), banyak negara memiliki kerangka waktu dan target yang lebih lama, sejalan dengan rekomendasi GIEEC terakhir agar UNFCC menstabilkan CO2, pada level 450 ppm (seharusnya pada level 225ppm sebelum 2050 CO2 tingkat emisi, berdasarkan tahun 1990).Uni Eropa adalah contoh yang baik dengan komitmen yang kuat dengan target kurang 20% ​​sebelum 2020, yang telah diambil para kepala negara anggota Uni Eropa Maret 2007 (dikenal sebagai 3×20: mencakup pengurangan 20% emisi CO2, peningkatan 20% efisiensi energi dan mencapai energi 20 % dari bahan terbarukan). Komitmen pengurangan 20% ​​pada 2020 ini bisa ditambah menjadi pengurangan 30% pada 2020 dalam kasus kesepakatan internasional paska komitmen Kyoto.

               Beberapa Negara Eropa merencanakan komitmen tahun 2050 dengan tingkat pengurangan CO2 hingga 50%. Semua ini menggambarkan tata ruang dan kebijakan efisiensi energi hadir dalam jangka waktu yang lama. Menjangkau target ini memerlukan perubahan yang nyata dalam hal peraturan perundang-undangan, standarisasi.

 

Bagaimana cara mengevaluasi manfaat bagi pengguna, pemilik, dan penghuni / pemakai?

1. Kontrol motor dengan drive kecepatan variabel (Variable Speed Drive / VSD)

Dalam instalasi pompa dan ventilasi konvensional, motor listrik dipasok secara langsung menggunakan Direct On Line dan berjalan pada kecepatan rating.

Dengan penggunaan variable speed drive (VSD) ditempatkan diantara pemutus arus (circuit breaker) dan motor, penghematan biaya listrik mencapai 15% ~ 50% tergantung pemasangan. Tingkat kembali investasi (Return on Investment) antara 9 ~ 24 bulan.

Kontrol konvensional: 80% fluks menggunakan 95% daya nominal

Kontrol menggunakan drive kecepatan variabel (VSD): 80% fluks menggunakan 50% daya nominal

Evaluasi penghematan anda dengan menggunakan perangkat lunak Eco8 Schneider Indonesia

 

image001

2. Sistem pengukuran :

Contoh gedung industrial (source: Gimelec “Efficacité Energétique April 2008”) Potensi penghematan energi hingga 10%

– Konsumsi listrik tahunan: 100 MWh

– Target penghematan energi: 10%

Penerapan metering dan solusi pemantauan dengan power meter, pemantauan jarak jauh dan pemantauan daya dengan perangkat lunak.

3. Kontrol pencahayaan yang memungkinkan penghematan hingga 30%

Pencahayaan (lighting) menghabiskan 14% dari seluruh listrik di Eropa dan 19% dari seluruh listrik dunia (Sumber IEA-Badan Energi Internasional). Mengalihkan pencahayaan yang sudah berumur ke pencahayaan yang hemat energi merupakan langkah awal yang dibutuhkan dan beradaptasi sesuai level pencahayaan dan banyaknya pengguna.

Contoh 1

Potensi penghematan pada pencahayaan yang tidak optimal dan lupa mematikan lampu (source: Cardonnel consultant)

Jenis Bangunan
Potential saving
Areas
Sekolah
25 to 30%
ruang belajar, area istirahat
Kantor
Up to 42%
Lobi
Rumah Sakit
18%
Ruangan
Hotel
20%
ruang, restaurant, lobi
Contoh 2 
Solusi control dan pengurangan konsumsi daya (source: French Lighting association)
Solusi kontrol
Saving
Konnsumsi tahunan (kWh/m2)
Manual switch
Analyzing basis
19.5
Programmable time switch
10%
15.2
Presence detection
20%
13.2
Dimmers with brightness detection
29%
12
Brightness detection and presence detection
43%
9.6

4. Kualitas daya dan pengurangan kerugian (losses): sampai 10%

Sebuah bank Spanyol tidak lagi membayar energi reaktif dan meningkatkan kapasitas daya nyata yang ada.Hasil analisa:

  • Catu daya melalui transformator 1000 kVAR, 0,8 faktor daya.
  • Energi reaktif tertagih : 10% dari jumlah faktur total.

Solusi yang dipasang:

Koreksi factor daya 250 kVAR Varset Harmony dan mempertahankan faktor daya di atas batas denda tagihan (0,92), yaitu :

  • 10% pada denda tagihan,
  • tersedia + 15% daya ekstra.

image002

A. Pemutusan capacitor banks 15 kVAR

B. Pemutusan capacitor banks 3 kVAR

Peraturan perundang-undangan dunia yang berhubungan dengan energi efisiensi Di US

  • Energy Policy Act of 2005
  • uilding Codes
  • Energy Codes (10CFR434)
  • State Energy program (10CFR420)
  • Energy Conservation for Consumer Goods (10 CFR 430)Di European Union
  • EU Emission Trading Scheme
  • Energy Performance of Building Directive
  • Energy Using Product Directive
  • End use of energy & energy services directiveDi China
  • China Energy Conservation Law
  • China Architecture law (EE in Buiding
  • China Renewable Energy Law
  • Top 1000 Industrial Energy Conservation Program

Pada gedung, semua penggunaan energi diperhatikan:

  • Pencahayaan
  • Ventilasi
  • Pemanasan
  • Pendingin dan AC

Untuk industri, juga perusahaan komersial, standar Sistem Manajemen Energi (sejalan dengan ISO 9001 untuk kualitas dan ISO 14001 untuk lingkungan) sedang dalam proses di Badan Standardisasi.

   Akhirnya penempatan peralatan hemat energi dan rencana perbaikan efisiensi energi tidak lagi menjadi pilihan tetapi menjadi kewajiban bagi setiap negara untuk menerapkan peraturan daerah dan skema insentif dengan dampak finansial yang tidak dapat diabaikan.

ATV630 – Motor Kecil – Output Phase Loss

Berikut ini cara setting dasar jika terjadi error output phase loss (OPL),  dimana output phase loss dikarenakan motor ac yang dipakai memiliki rating yang jauh lebih rendah dari rating inverter ATV630 yang digunakan.

Cara settingnya adalah :

  1. Menu complete setting
  2. Pilih error/warning handling
  3. Pilih Output phase loss (kondisi awal di centang)
  4. Hilangkan tanda centang pada output phase loss, dengan cara
  5. Pastikan masuk di menu output phase loss, maka akan keluar 3 pilihan (function inactive, OPF error triggered, No error triggered)
  6. Pilih Function Inactive

Untuk lebih detil, dapat dilihat pada buku programming manual ATV630 (halaman 681)

Keterangan :

Function inactive : fungsi dari output phase loss tidak aktif (no action)

OPF error triggered : ketika terjadi output phase loss maka drive akan berhenti dan motor dalam kondisi freewhel (default pengaturan)

 

Motor Starter Direct On Line

Melanjutkan penjelasan di blog pemilihan motor starter, kali ini kita akan membahas mengenai motor starter Direct On Line, dimana feature dari penggunaan Direct On Line (DOL) pada umumnya adalah.
  • Memberikan tegangan penuh pada motor
  • Digunakan pada motor daya kecil (<10Kw)
  • Arus starting motor 4-7 kali dari I nominal
  • Untuk motor daya besar, perlu diperhatikan saat dan lama starting , mencegah tripping pemberi daya

Jenis DOL :

  1. Mekanik / Manual Operasi

Melalui kontak manual, pemasangan switch sedekat mungkin dengan motor

  1. Electromagnetic Operated

Melalui kontak elektromagnetik, posisi saklar bisa jauh dari motor, dihubungkan dengan rangkaian otomatis atau safety motor

  1. Solid State Relay Operated

Pemberian tegangan motor melalui rangkaian elektronik, SSR digunakan untuk menghindari percikan api, digunakan pada motor kapasitas kecil.

Komponen utama yang dibutuhkan :

  1. MCCB
  2. TOR (Thermal Overload Relay)
  3. Kontaktor

Pada produk schneider terbagi atas 2 performa :

  1. Performa standart
  2. Performa tinggi

Yang membedakan hanya pada pemilihan produk dimana performa tinggi, akan lebih baik dalam pemilihan kualitas kontaktor.

Softstarter Altistart 48 (ATS48)

1.Spesifikasi ATS48

  • Range tegangan,  Tipe Q (230V – 415V), Tipe Y = 120V – 230V
  • 4 Logic input
  • 2 Logic output
  • 3 Relay output
  • 1 Analog output

ats4

ats5

2. Fungsi dasar ATS

  • Sebagai salah satu pilihan starting motor (DOL, Star Delta, Softstart)
  • Bekerja saat start dan stop saja, selanjutnya di bypass kontaktor
  • Perbedaan dengan inverter, saat kondisi start nilai frekuensi harus langsung mencapai 50Hz
  • Adanya proses akselerasi untuk mencapai kecepatan nominal.
  • Dapat berfungsi sebagai proteksi

3. Fitur-fitur ATS

  • Proteksi
  • Fungsi yang terintegrasi (PTC, Motor thermal)
  • Di by pass kontaktor, namun dalam diproteksi ATS

4. Instalasi ATS48

  • Koneksi in going dan out going (3 in going, 6 out going)

ATS1

  • Komunikasi => dapat dihubungkan display tambahan (remote), dapat diprogram dengan sofware so move (RJ45)

ats2

  • Dapat interkoneksi dengan beberapa ATS (modbus link/RS485, Ethernet, Profibus dll)

ats3

  • Konfigurasi wiring terminal kontrol

ats6

 

  • Wiring instalasi ATS48

ats7

 

 

5. Programming (Setting)

  1. Basic Setting :
  1. Sesuai parameter motor (Arus, Tegangan, Daya dll)
  2. ACC (1-60s)
  3. Initial starting torsi = 0-100%
  4. Tipe stop (freewheel, Decelerated, braked stop) (default  freewheel)
  5. Current limit = 400%In => maksimal hingga 500%In (Lihat aplikasinya untuk apa dan arus motor jika current limit di naikkan)

   2. Advanced Setting :

  1. Voltage boost
  2. Test On low power motor
  3. Line Voltage (pastikan tegangan sumber sesuai dengan ats)

 

Motor Circuit Breaker (Thermal Magnetic Circuit Breaker Motor)

Kesalahan yang sering terjadi dalam pemakaian pengaman motor

Karena adanya perbedaan karakteristik dari beban pada saat dijalankan “on” antara beban distribusi (gambar 1) dan beban motor (gambar 2) maka dibutuhkan jenis pengaman yang berbeda untuk masing-masing beban.

2

Perubahan karakteristik pengaman beban lebih menyebabkan peralatan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga dapat menyebabkan motor terbakar saat arus beban lebih. Untuk mengatasi masalah tersebut, gunakanlah“Motor Circuit Breaker” tipe GV.

Motor kontrol dan proteksi :

Dengan menggunakan tipe breaker motor yang benar (GV), akan didapatkan proteksi yang baik terhadap manusia dan instalasi, sesuai dengan IEC 947. Pada saat ini dipasarkan jenis GV sebagai berikut :

 

3

Motor CB tipe GV2ME:

  • Digunakan sebagai starter manual maupun bersamaan dengan kontaktor
  • Mengkombinasikan proteksi hubung singkat dan beban lebih
  • GV3 menggunakan teknologi terbaru EverLink untuk menjamin ketahanan koneksi
  • Kapasitas pemutusan dari 15 kA sampai 100 kA

4

Motor CB tipe GV2P :

  • Untuk pengoperasian bersamaan dengan kontaktor
  • Mengkombinasikan proteksi hubung singkat dan beban lebih
  • GV2 menggunakan teknologi terbaru 2 kontak per kutub untuk kapasitas pemutusan yang tinggi
  • Rotary handle dengan posisi on-off-trip
  • Kapasitas pemutusan dari 50 kA sampai 100 kA

5

Motor CB tipe GV2L

  • Digunakan pada asosiasi 3 komponen (dengan kontaktor dan pengaman beban lebih)
  • Hanya untuk proteksi hubung singkat
  • GV2L menggunakan teknologi terbaru 2 kontak per kutub untuk kapasitas pemutusan yang tinggi
  • Rotary handle dengan posisi on-off-trip
  • Untuk aplikasi kelas 20 atau proteksi group
  • Kapasitas pemutusan dari 35 kA sampai 100 kA (GV2-L)

Motor CB tipe Thermal Magnetic  (GV2-ME, GV2-P, GV3-ME, GV7-R).

Motor CB tipe Magnetic (GV2-L)

 

Relay Thermis Beban Lebih (Thermal Overload Relay)

Pengamanan beban lebih memproteksi motor pada ketiga fasanya yang menggunakan sistem bimetal (LR2-K & LR-D) maupun sistem elektronik tanpa supply terpisah (LR9-F) , yang mempunyai sensitifitas hilang fasa bekerja dengan sistem differensial (tidak langsung trip pada kasus terjadinya hilang satu fasa).

Pemilihan jenis pengaman beban ditentukan oleh rating/setting arus sesuai dengan arus nominal motor pada beban penuh dan kelas tripnya. Untuk pemakaian standar digunakan kelas trip 10 yaitu pengaman beban lebih akan trip pada 7.2 Ir, dalam waktu 4 detik < Tp < 10 detik.

Relay Thermis Beban Lebih (Thermal Overload Relay)

  • Menggunakan 3 bimetal untuk proteksi ketiga fasanya
  • Khusus LR9F menggunakan sistem elektronik
  • Sensitif terhadap hilang fasa
  • Reset manual atau otomatik
  • Operasi AC atau DC untuk tipe K dan D
  • Tombol stop dan reset terpisah

1

Kontaktor (Contactor)

Kontaktor dirancang menggunakan sistem variabel komposisi sehingga memungkinkan mendapatkan sistem kontrol daya fleksibel untuk berbagai fungsi kontrol, karena tersedia berbagai perlengkapan yang dapat dipasang langsung pada kontaktor dengan sistem clip on , antara lain :

  • Pengaman beban lebih
  • Modul masukan
  • Modul kontrol “auto-man-off”
  • Modul tunda waktu on/off
  • Modul interface
  • Modul supressor koil
  • Lengkapan untuk dipasang disamping kontaktor
  • Blok kontak bantu tambahan
  • Interlok mekanis dan elektris
  • Lengkapan untuk dipasang di depan kontaktor
  • Tunda waktu pneumatis on/off
  • Latch block mekanis
  • Kontak bantu tambahan

Dengan sistem tersebut bisa didapatkan banyak keuntungan antara lain :

  • Hemat dimensi (panel)
  • Hemat waktu (pemasangan, pemeliharaan, ….)
  • Hemat stock (satu jenis komponen yang sama untuk berbagai macam kontaktor)

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam pemilihan kontaktor, selain berdasarkan jenis beban dan kapasitas beban, hal lainnya :

  • Frekuensi on-off dalam 1 periode
  • Starting dengan waktu yang panjang dan lonjakan arus yang tinggi

Untuk arus start yang tinggi dan sering on-off, selain secara pemilihan , sebaiknya digunakan kontaktor dengan rating high performance sehingga kontaktor dapat berfungsi lebih baik dengan lifetime yang memadai.

Rata2 Arus Motor Beban Penuh

Single motors fasa

Three fasa 4 pole motors 50/60 Hz

kW

HP

220 V

A

240 V

A

kW

HP

220-240 V

A

400 V

A

500 V

A

690 V

A

0.37

0.5

3.9

3.6

0.37

0.5

1.9

1.1

0.88

0.64

0.55

0.75

5.2

4.8

0.55

0.75

2.6

1.5

1.2

0.87

0.75

1

6.6

6.1

0.75

1

3.3

1.9

1.5

1.1

1.1

1.5

9.6

8.8

1.1

1.5

4.7

2.7

2.2

1.6

1.5

2

12.7

11.7

1.5

2

6.1

3.6

2.9

2.1

1.8

2.5

15.7

14.4

2.2

3

8.5

5

3.9

2.8

2.2

3

18.6

17.1

3

4

11.3

6.6

5.2

3.8

3

4

24.3

22.2

3.7

5

13.5

7.7

5.9

4.4

4

5.5

29.6

27.1

4

5.5

15

8.5

6.8

4.9

4.4

6

34.7

31.8

5.5

7.5

20

11.5

9.2

6.7

5.2

7

39.8

36.5

7.5

10

27

15.5

12.4

8.9

5.5

7.5

42.2

38.7

11

15

38

22

17.6

12.8

6

8

44.5

40.8

15

20

51

29

23

17

7

9

49.5

45.4

18.5

25

61

35

28

21

7.5

10

54.4

50

22

30

72

41

33

24

30

40

96

55

44

32

37

50

115

66

53

39

45

60

140

80

64

47

55

75

169

97

78

57

75

100

230

132

106

77

90

125

278

160

128

93

110

150

340

195

156

113

132

180

400

230

184

134

160

220

487

280

224

162

200

270

609

350

280

203

250

340

748

430

344

250

315

430

940

540

432

313

355

480

1061

610

488

354

400

545

1250

690

552

400

500

680

1478

850

680

493

Petunjuk Pemilihan Motor Starter

Kontrol

    Manual : bila motor starter dioperasikan secara manual (on, off dilakukan langsung pada starter tersebut) dan dibutuhkan dengan instalasi yang mudah.

        Otomatis : bila diperlukan on-off dari tempat lain (remote kontrol) dan motor starter dipasang terpisah dengan panel kontrolnya (operational panel)

      Asosiasi
1 Komponen : fungsi kontrol, proteksi hubung singkat, proteksi beban lebih dan isolasi menjadi satu komponen (integrated).

2 Komponen : fungsi kontrol, dilakukan dengan kontaktor, fungsi lain dilakukan dengan GV Motor Circuit Breaker.
3 Komponen : fungsi kontrol dilakukan dengan kontaktor dan fungsi proteksi beban lebih dilakukan dengan relay pengaman beban lebih, sedangkan fungsi proteksi hubung singkat dan isolasi dengan Motor Circuit Breaker tipe GV atau tipe MA.

Kontinuitas Pelayanan

Koordinasi tipe 1 : Koordinasi antara pengaman hubung singkat dengan komponen lain, sehingga saat terjadi hubung singkat, tidak berbahaya bagi manusia dan instalasi, komponen boleh ada yang rusak (perlu pengecekan setelah terjadinya hubung singkat).
Koordinasi tipe 2 : Koordinasi antara pengaman hubung singkat dengan komponen lain, sehingga saat terjadi hubung singkat tidak berbahaya bagi manusia dan instalasi, komponen motor starter harus bisa digunakan kembali setelah perbaikan minor (contoh : kontak yang lengket tetapi dapat dilepas dengan mudah).
Koordinasi total : Koordinasi antara pengaman hubung singkat dengan komponen lain, sehingga saat terjadi hubung singkat tidak berbahaya bagi manusia, instalasi serta komponen langsung dapat digunakan kembali (tidak perlu pengecekan pada komponen starter).

Sistem

         – Direct On Line

      – Star Delta

Standar Terkait Data Listrik (Kurva Tripping)

[vc_row rt_row_background_width=”default” rt_row_style=”default-style” rt_row_borders=”” rt_row_paddings=”true” rt_bg_effect=”classic” rt_bg_image_repeat=”repeat” rt_bg_size=”cover” rt_bg_position=”right top” rt_bg_attachment=”scroll” rt_bg_video_format=”self-hosted”][vc_column rt_bg_image_repeat=”repeat” rt_bg_size=”auto auto” rt_bg_attachment=”scroll”][vc_column_text]trip unit 2

Berikut adalah kurva tripping dimana kurva-kurva ini terdiri beberapa daerah yang dibatasi oleh arus :

 

kurva trip

1. In (Arus nominal / Arus operasional)

In (dalam A – Ampere) merupakan arus nominal Circuit Breaker (CB) untuk dapat beroperasi dengan baik dalam range arus tsb (sesuai spesifikasi CB).

2. Ir (Arus thermal / Arus pengaturan lebih)

Ir (dalam A) adalah fungsi dari In, yang menyatakan proteksi tripping dikarenakan pengaruh thermal. Ir dikenal sebagai proteksi waktu panjang (Long Time Protection LTP).

3. Isd atau Im (short time delay current / Arus magnetic)

Isd (dalam kA) adalah fungsi dari Ir, menyatakan proteksi hubung pendek. Isd dikenal sebagai proteksi waktu pendek (Short Time Protection STM).

4. Ii atau Iinst (Arus Instantaneous  / Arus setelan tripping seketika)

Ii atau Iinst (dalam kA) adalah fungsi dari In, yang menyatakan proteksi hubung pendek seketika. Untuk arus lebih tinggi (hubung pendek) lebih besar dari pada ambang Ii, pemutus sirkit harus secepat mungkin memutuskan arus gangguan.

5. Icu (rated breaking capacity / Kapasitas pemutusan tertinggi)

(dalam kA)  adalah nilai maksimum arus hubung pendek yang dapat diterima pemutus sirkit, tanpa mengalami kerusakan . Nilainya diuji dengan standard urutan uji coba. Karakteristik ini ditetapkan pada tegangan khusus Ue.

6. Ics (Rated service short-circuit breaking capacity / kapasitas pemutusan layanan pengenal)

(kA rms) , diberikan pabrik pembuat dan dinyatakan dalam % terhadap Icu.
Kinerja Ics penting dalam menggambarkan kemampuan pemutus sirkit dalam operasi normal secara total dalam membuka arus hubung pendek sebanyak 3x (O – CO – CO pada Ics).
Semakin tinggi Ics, semakin efektif dan bagus kinerja pemutus sirkit.
Untuk CB domestik, Ics = k Icn. k nilai faktor sesuai dengan IEC 60898 tabel XIV.
Di indsutri Eropa, Ics = Icu.

7. Icm (making current / Kapasitas kemampuan hubung pendek pengenal )

(puncak kA) adalah nilai maksimum arus hubung pendek asimetris untuk dialirkan pada pemutus sirkit.
CB Masterpact NW08H2  dengan Icu(rated breaking capacity) 100 kA, maka  nilai Icm sebesar 100 x 2.2 = 220 kA.

8. Icw (rated short-time withstand current / ketahanan arus waktu pendek pengenal)

Terdapat 2 kategori (A dan B), berdasarkan IEC 60947-2,dimana:
Kategori A, tidak ada waktu tunda dalam operasi seketika (instantaneous) hubung singkat
Kategori B, untuk membedakan dengan pemutus sirkit lain berdasar waktu, ada waktu tunda dalam memutuskan arus.
Icw adalah arus maksimum dimana pemutus sirkit kategori B dapat menahan, secara thermal dan electrodynamic, tanpa menanggung kerusakan, untuk periode waktu yang diberikan.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Back to Top
Product has been added to your cart