Home
Shop
Dapatkan Solusi Komponen Elektrikal Tangguh, Aman, Sekaligus Ramah Lingkungan

Motor Starter Direct On Line

Melanjutkan penjelasan di blog pemilihan motor starter, kali ini kita akan membahas mengenai motor starter Direct On Line, dimana feature dari penggunaan Direct On Line (DOL) pada umumnya adalah.
  • Memberikan tegangan penuh pada motor
  • Digunakan pada motor daya kecil (<10Kw)
  • Arus starting motor 4-7 kali dari I nominal
  • Untuk motor daya besar, perlu diperhatikan saat dan lama starting , mencegah tripping pemberi daya

Jenis DOL :

  1. Mekanik / Manual Operasi

Melalui kontak manual, pemasangan switch sedekat mungkin dengan motor

  1. Electromagnetic Operated

Melalui kontak elektromagnetik, posisi saklar bisa jauh dari motor, dihubungkan dengan rangkaian otomatis atau safety motor

  1. Solid State Relay Operated

Pemberian tegangan motor melalui rangkaian elektronik, SSR digunakan untuk menghindari percikan api, digunakan pada motor kapasitas kecil.

Komponen utama yang dibutuhkan :

  1. MCCB
  2. TOR (Thermal Overload Relay)
  3. Kontaktor

Pada produk schneider terbagi atas 2 performa :

  1. Performa standart
  2. Performa tinggi

Yang membedakan hanya pada pemilihan produk dimana performa tinggi, akan lebih baik dalam pemilihan kualitas kontaktor.

Motor Circuit Breaker (Thermal Magnetic Circuit Breaker Motor)

Kesalahan yang sering terjadi dalam pemakaian pengaman motor

Karena adanya perbedaan karakteristik dari beban pada saat dijalankan “on” antara beban distribusi (gambar 1) dan beban motor (gambar 2) maka dibutuhkan jenis pengaman yang berbeda untuk masing-masing beban.

2

Perubahan karakteristik pengaman beban lebih menyebabkan peralatan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga dapat menyebabkan motor terbakar saat arus beban lebih. Untuk mengatasi masalah tersebut, gunakanlah“Motor Circuit Breaker” tipe GV.

Motor kontrol dan proteksi :

Dengan menggunakan tipe breaker motor yang benar (GV), akan didapatkan proteksi yang baik terhadap manusia dan instalasi, sesuai dengan IEC 947. Pada saat ini dipasarkan jenis GV sebagai berikut :

 

3

Motor CB tipe GV2ME:

  • Digunakan sebagai starter manual maupun bersamaan dengan kontaktor
  • Mengkombinasikan proteksi hubung singkat dan beban lebih
  • GV3 menggunakan teknologi terbaru EverLink untuk menjamin ketahanan koneksi
  • Kapasitas pemutusan dari 15 kA sampai 100 kA

4

Motor CB tipe GV2P :

  • Untuk pengoperasian bersamaan dengan kontaktor
  • Mengkombinasikan proteksi hubung singkat dan beban lebih
  • GV2 menggunakan teknologi terbaru 2 kontak per kutub untuk kapasitas pemutusan yang tinggi
  • Rotary handle dengan posisi on-off-trip
  • Kapasitas pemutusan dari 50 kA sampai 100 kA

5

Motor CB tipe GV2L

  • Digunakan pada asosiasi 3 komponen (dengan kontaktor dan pengaman beban lebih)
  • Hanya untuk proteksi hubung singkat
  • GV2L menggunakan teknologi terbaru 2 kontak per kutub untuk kapasitas pemutusan yang tinggi
  • Rotary handle dengan posisi on-off-trip
  • Untuk aplikasi kelas 20 atau proteksi group
  • Kapasitas pemutusan dari 35 kA sampai 100 kA (GV2-L)

Motor CB tipe Thermal Magnetic  (GV2-ME, GV2-P, GV3-ME, GV7-R).

Motor CB tipe Magnetic (GV2-L)

 

Relay Thermis Beban Lebih (Thermal Overload Relay)

Pengamanan beban lebih memproteksi motor pada ketiga fasanya yang menggunakan sistem bimetal (LR2-K & LR-D) maupun sistem elektronik tanpa supply terpisah (LR9-F) , yang mempunyai sensitifitas hilang fasa bekerja dengan sistem differensial (tidak langsung trip pada kasus terjadinya hilang satu fasa).

Pemilihan jenis pengaman beban ditentukan oleh rating/setting arus sesuai dengan arus nominal motor pada beban penuh dan kelas tripnya. Untuk pemakaian standar digunakan kelas trip 10 yaitu pengaman beban lebih akan trip pada 7.2 Ir, dalam waktu 4 detik < Tp < 10 detik.

Relay Thermis Beban Lebih (Thermal Overload Relay)

  • Menggunakan 3 bimetal untuk proteksi ketiga fasanya
  • Khusus LR9F menggunakan sistem elektronik
  • Sensitif terhadap hilang fasa
  • Reset manual atau otomatik
  • Operasi AC atau DC untuk tipe K dan D
  • Tombol stop dan reset terpisah

1

Kontaktor (Contactor)

Kontaktor dirancang menggunakan sistem variabel komposisi sehingga memungkinkan mendapatkan sistem kontrol daya fleksibel untuk berbagai fungsi kontrol, karena tersedia berbagai perlengkapan yang dapat dipasang langsung pada kontaktor dengan sistem clip on , antara lain :

  • Pengaman beban lebih
  • Modul masukan
  • Modul kontrol “auto-man-off”
  • Modul tunda waktu on/off
  • Modul interface
  • Modul supressor koil
  • Lengkapan untuk dipasang disamping kontaktor
  • Blok kontak bantu tambahan
  • Interlok mekanis dan elektris
  • Lengkapan untuk dipasang di depan kontaktor
  • Tunda waktu pneumatis on/off
  • Latch block mekanis
  • Kontak bantu tambahan

Dengan sistem tersebut bisa didapatkan banyak keuntungan antara lain :

  • Hemat dimensi (panel)
  • Hemat waktu (pemasangan, pemeliharaan, ….)
  • Hemat stock (satu jenis komponen yang sama untuk berbagai macam kontaktor)

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam pemilihan kontaktor, selain berdasarkan jenis beban dan kapasitas beban, hal lainnya :

  • Frekuensi on-off dalam 1 periode
  • Starting dengan waktu yang panjang dan lonjakan arus yang tinggi

Untuk arus start yang tinggi dan sering on-off, selain secara pemilihan , sebaiknya digunakan kontaktor dengan rating high performance sehingga kontaktor dapat berfungsi lebih baik dengan lifetime yang memadai.

Petunjuk Pemilihan Motor Starter

Kontrol

    Manual : bila motor starter dioperasikan secara manual (on, off dilakukan langsung pada starter tersebut) dan dibutuhkan dengan instalasi yang mudah.

        Otomatis : bila diperlukan on-off dari tempat lain (remote kontrol) dan motor starter dipasang terpisah dengan panel kontrolnya (operational panel)

      Asosiasi
1 Komponen : fungsi kontrol, proteksi hubung singkat, proteksi beban lebih dan isolasi menjadi satu komponen (integrated).

2 Komponen : fungsi kontrol, dilakukan dengan kontaktor, fungsi lain dilakukan dengan GV Motor Circuit Breaker.
3 Komponen : fungsi kontrol dilakukan dengan kontaktor dan fungsi proteksi beban lebih dilakukan dengan relay pengaman beban lebih, sedangkan fungsi proteksi hubung singkat dan isolasi dengan Motor Circuit Breaker tipe GV atau tipe MA.

Kontinuitas Pelayanan

Koordinasi tipe 1 : Koordinasi antara pengaman hubung singkat dengan komponen lain, sehingga saat terjadi hubung singkat, tidak berbahaya bagi manusia dan instalasi, komponen boleh ada yang rusak (perlu pengecekan setelah terjadinya hubung singkat).
Koordinasi tipe 2 : Koordinasi antara pengaman hubung singkat dengan komponen lain, sehingga saat terjadi hubung singkat tidak berbahaya bagi manusia dan instalasi, komponen motor starter harus bisa digunakan kembali setelah perbaikan minor (contoh : kontak yang lengket tetapi dapat dilepas dengan mudah).
Koordinasi total : Koordinasi antara pengaman hubung singkat dengan komponen lain, sehingga saat terjadi hubung singkat tidak berbahaya bagi manusia, instalasi serta komponen langsung dapat digunakan kembali (tidak perlu pengecekan pada komponen starter).

Sistem

         – Direct On Line

      – Star Delta

Back to Top
Product has been added to your cart